Semoga Bahagia
Akhirnya malam ini aku kembali mempelajari ilmu ikhlas. Tuan, aku turut senang mendengarnya. Aku tak tahu ini air mata sedih atau bahagia, yang jelas aku akan belajar untuk ikhlas menerimanya. Seperti yang aku katakan padamu di tulisanku awal ini, aku tak mengharapkan bentuk balasan apapun darimu.
Tuan, apakah gadis itu lebih baik, lebih cantik? Ah kenapa aku jadi di buat penasaran olehnya. Jelas gadis itu lebih baik ya tuan :). Sepertinya aku terlambat lagi masuk ke dalam duniamu, ke dalam hatimu. Selalu ada yang lebih dulu yang menarik perhatianmu.
Tuan, mungkin saja kau bukan jodoh yang di tulis oleh tuhan untukku. Aku tak menyesal selalu menyebut namamu dalam hati dan do’aku selama ini. Anggap saja itu hadiah dariku jadi kau jangan permasalahkan ini.
Tuan, jangan dengarkan kata mereka untuk hidupmu. Percayalah sama hatimu, mantapkan namanya dalam isi hati dan fikiranmu. Aku turut mengaminkan segala harapan dan kebahagiaan kalian untuk masa depan. Semoga ketika bertemu suatu hari nanti, aku tetap menjadi pribadi yang kuat seperti yang selama ini kau lihat, tidak malah menjauh untuk tak terlihat.
Tuan, aku akan mulai membiasakan diriku lagi seperti awal mengenalmu dulu. Tak terlalu ikut campur akan duniamu, dan semoga kau bahagia dengan wanita pilihanmu.
0 komentar