Welcome to our website !

Meramu Kamu

By Rabu, April 20, 2016

Hai tuan,

Akhirnya kau sadar tentang rasaku. Kau tau tuan, sebenarnya aku hanya ingin memanipulasi semua ini, aku tak mau kau tau semua ini, terlebih kau menjauhiku. Kau tau tuan, hanya dengan melihatmu tersenyum tulus saja, aku sudah bahagia.

Tuan, semua yang terjadi belakangan ini bak sebuah drama yang di tuliskan tuhan kembali untuk menguji kekuatan hatiku yang mungkin belum sembuh sepenuhnya. Masih ada serpihan luka dan bekas yang belum jua mengering walaupun sudah bertahun-tahun lamanya.

Tuan, aku tak memintamu untuk menetapkan hatimu kepadaku, membalas rasaku. Aku tak mau kau mengasihaniku karena terlebih dulu memendam rasa kepadamu. Kau tau tuan, aku tak sekuat yang kau lihat selama ini, segala ketakutan-ketakutanku di masa lalu kini kembali lagi.

Tuan, jika memang kesempatan itu tak ada untukku tak apa. Aku tak menuntut balasan akan rasa ini. Aku terlalu bahagia bisa merasakan manis pahitnya cinta lagi. Tapi kumohon, jangan nyalakan lilin harapan jika memang kau tak memiliki rasa yang sama. Aku tak mau ada keterpaksaan disini, aku tak mau kau kasihani.

Tuan, Cukuplah aku menjadi seseorang yang menyayangimu, bahagia melihat tawamu, dan orang yang akan selalu jadi pendukungmu walaupun semua orang di luar sana selalu membicarakan seluruh keburukanmu.

You Might Also Like

0 komentar